Agustus 2018 yang lalu, aku ikutan workshop pengembangan kurikulum di UI. Menyenangkan semuanya. Mulai dari temen, perjalanan, penginapan, jalan-jalan, sampai tentu aja yang paling penting, acaranya! 😁

Salah satu yang menyenangkan banget adalah sesi Prof. Lindawati Gani (UI). Beliau cerita soal akuntan di Era 4.0. Kebetulan sebelum berangkat, aku sempet liat twit soal betapa di tengah derasnya aliran perubahan, yang penting untuk dicari tau justru adalah apa yang tak berubah. Kupikir kan yah insight ini oke banget. Alih-alih berfokus pada segala hal yang sifatnya temporer, kenapa nggak kita cari tau dulu apa sih hal yang everlasting?

Nah, kebetulannya nih, pas acara itu Prof. Lindawati ngasih paparan soal peran akuntan. Oke, iya beliau ngasi judulnya sih perubahan peran akuntan yang mungkin secara implisit menunjukkan bahwa peran ini baru, tapi kok aku liatnya ya itu seharusnya peran akuntan dari dulu yah cuman mungkin penekanannya beda. Dulu maksudnya tahun 2000 ketika aku baru mulai belajar akuntansi di Unair πŸ˜… (Oke, disclaimer.. aku nggak pernah beneran kerja jadi akuntan di suatu industri sih, jadi mungkin yang kubayangkan soal memberikan insight bisa jadi sangat tidak tepat.)

Memberikan insight dari data, misalnya bisa berupa analisis rasio dari laporan keuangan yang sudah dilakukan sejak dulu, mendesain form yang intuitif alias user-friendly yang relatif lebih baru di sistem informasi, sampai dengan yang baru banget kayak mengembangkan visualisasi data yang mendukung pengambilan keputusan seperti dashboard-nya P&G Eropa.

PS: Menulis ini, aku jadi menyadari bahwa ada beberapa hal yang kutangkap secara sekilas (sebagai lawan dari yang benar-benar kupelajari) ternyata sedikit-banyak berbeda maksud dengan yang menyampaikan. Twit soal perubahan itu, misalnya, tampaknya kuliat dari akun Adam Grant. Setelah kucek ulang, dia memaknai hal yang tidak berubah itu sebagai identitas dari si entitas itu sendiri. Hal ini sama sekali nggak terpikirkan olehku.

Sementara itu, slide-nya Prof. Lindawati Gani ternyata berjudul “Changing Roles of Accountants” 😱 Padahal aku make kontennya sebagai hal yang nggak berubah di akuntan ataupun akuntansi. Lah kan jauh yah?

Ini mengingatkanku pada konsep bahwa kita memandang dunia dengan lensa kita masing-masing dan interpretasi kita terhadap dunia tersebut akhirnya sangat diwarnai oleh lensa itu. Salah satu analogi yang kusuka banget tentang hal ini adalah istilah “those who see the world through rose-colored glasses see red-flags only as flags”

Permainan kata yang super-duper keren banget. Kapan-kapan kita bahas yak? 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.